BLORA – Langkah inspiratif ditunjukkan oleh Dicky Wijaya (23), seorang mahasiswa sekaligus pengusaha muda asal Kelurahan Tegalgunung, Kabupaten Blora. Di sela kesibukannya sebagai mahasiswa semester akhir Universitas Diponegoro (Undip), ia menggandeng PT Japfa Comfeed Indonesia untuk memberikan edukasi kepada puluhan peternak ayam petelur lokal, Rabu (22/4/2026).
Langkah ini diambil Dicky agar peternak rakyat di Blora mampu menghasilkan telur secara kontinu. Dengan manajemen yang baik, ia meyakini perekonomian peternak skala rumahan bisa berkembang pesat dan mampu bersaing di pasaran.
”Ini sambil menerapkan ilmu Peternakan yang saya pelajari di kampus. Kita bantu peternak rakyat agar bisa bersaing dengan peternak besar atau perusahaan korporat,” ungkap Dicky.
Pendampingan Penuh di Lapangan
Bersama tim penyuluh dari PT Japfa, Dicky akan melakukan pendampingan langsung, baik untuk peternak pemula maupun mereka yang sudah lama memiliki kandang.
Menurutnya, banyak peternak lokal yang masih kebingungan saat menghadapi kendala teknis. Masalah yang sering muncul antara lain bau kandang yang menyengat atau produktivitas ayam yang tidak maksimal meski sudah waktunya bertelur.
”Nanti akan kita dampingi dari awal hingga ayam siap menghasilkan telur secara maksimal. Selain itu, saya juga melayani vaksinasi ayam agar kesehatannya tetap terjaga,” jelas pemuda yang sudah magang di berbagai perusahaan peternakan besar sejak 2022 tersebut.
Berbekal pengalaman membantu usaha pakan ternak keluarganya sejak SMA, Dicky tak ingin menyimpan ilmunya sendiri. Ia berharap transfer pengetahuan ini bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh warga Blora.
Alasan Memilih Peternak Rakyat
Di sisi lain, perwakilan PT Japfa Comfeed Indonesia, Wahyudi, menjelaskan alasan pihaknya lebih memilih mendampingi peternak rakyat skala kecil (kapasitas 500-1.500 ekor) dibandingkan peternakan besar.
”Saat harga telur anjlok, biasanya yang mampu bertahan justru peternak rakyat. Peternakan skala besar sering kali langsung kolaps. Inilah sektor riil yang akan kita dampingi bersama Mas Dicky di Blora,” ujar Wahyudi.
Wahyudi menambahkan, kendala utama peternak rakyat rata-rata berada pada sektor manajemen, baik manajemen finansial maupun tata cara beternak yang modern.
Oleh karena itu, kehadiran Japfa dan Dicky bukan sekadar untuk sosialisasi satu arah, melainkan memberikan bimbingan teknis jangka panjang agar usaha peternak Blora semakin tangguh.








