​PT GMM Jawab Protes Petani Blora, Siapkan Skema Pengalihan Tebu

oleh
Plt Direktur Utama PT GMM, Sri Emilia Mudiyanti || foto: Muji/topdetiknews.com

BLORA – Manajemen PT Gendis Multi Manis (GMM) akhirnya angkat bicara merespons keluhan ratusan petani tebu di Kabupaten Blora terkait terhentinya operasional pabrik. Plt Direktur Utama PT GMM, Sri Emilia Mudiyanti, memastikan pihaknya telah membentuk tim gabungan bersama Perum Bulog untuk menyerap dan mengalihkan hasil panen tebu petani ke pabrik-pabrik gula (PG) lain.

Sri Emilia membenarkan bahwa pabrik PT GMM saat ini sedang tidak beroperasi. Untuk mengantisipasi kerugian di pihak petani yang sudah mulai memasuki masa panen, manajemen telah melakukan pendataan sejak pekan lalu.

​”Kita ada tim dari internal GMM dan Bulog. Bekerja sama dengan petani-petani juga, (mendata) kira-kira tebu mana yang sudah siap dipanen. Kami sudah bekerja sama dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) dan pabrik-pabrik gula swasta di sekitar,” ujar Sri Emilia.

Manajemen PT GMM menepis anggapan bahwa perusahaan ingkar janji terkait kompensasi atau subsidi biaya angkut yang dituntut oleh para petani. Mengingat PT GMM berada di bawah pengawasan BUMN Perum Bulog, Sri Emilia menegaskan bahwa proses pencairan dana memerlukan tahapan evaluasi dan birokrasi yang ketat.

Baca Juga :  Upayakan Operasional Giling 2026, Manajemen PT GMM Lobi Bantuan Modal ke BULOG

​”Ini bukan ingkar janji ya, kami masih dalam proses. Kami ada aturan-aturan di BUMN yang harus dilalui dan harus ada persetujuan. Tidak bisa langsung mengeluarkan biaya begitu saja,” tegasnya.

​Terkait keluhan petani mengenai kerusakan fasilitas fisik pabrik, pihak manajemen menyatakan telah menunjuk tim kajian independen. Tim tersebut dijadwalkan akan turun langsung ke pabrik di Blora pada pekan depan untuk melakukan audit kerusakan secara menyeluruh.

​Lebih lanjut, Sri Emilia meminta sekitar 200 lebih petani tebu di wilayah Blora untuk tidak panik. Saat ini, masa panen baru berjalan sekitar sembilan hari dan masih banyak pabrik gula lain yang belum sepenuhnya membuka penerimaan bahan baku.

Baca Juga :  Polisi Tutup Jalan Pemuda Blora saat Malam Tahun Baru

​”Insyaallah masih bisa kita bantu petani-petani Blora untuk menyalurkan (tebu) ke pabrik-pabrik gula lain. Hal tersebut akan terus kami koordinasikan,” tambahnya. Pihaknya menargetkan kejelasan terkait evaluasi subsidi angkut ini dapat diselesaikan dalam dua pekan ke depan.

Tinggalkan Balasan