Pangeran Harry dan Wahyu Setiawan

oleh -
Iluustrasi/dok

Oleh : Santoso Budi Susetyo

Pada waktu yang hampir bersamaan dua orang mengajukan pengunduran diri. Pangeran Harry beserta keluarga mundur dari anggota senior keluarga kerajaan Inggris sedangkan Wahyu Setiawan mundur dari anggota Komisioner Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia.

Keduanya mundur dari institusi yang gagah, prestise, keren dan berfasilitas.

Mundurnya Pangeran Harry disayangkan seluruh istana Buckingham bahkan mungkin sebagian besar rakyatnya. Lain halnya dengan Wahyu Setiawan, secara moral dia harus mundur akibat perbuatanya menerima suap mencoreng nama, menurunkan kredibilitas dan semakin meningkatkan apriori masyarakat terhadap KPU.

Padahal lembaga ini menjadi pilar penting dan harapan bagi demokratisasi di Indonesia.

Pengunduran diri Harry itu akan mengakibatkan Grant Sovereign atau sejenis tunjangan bagi keluarganya diberhentikan, konon besarya hingga 36 Miliar rupiah dalam satu tahun. Dia harus mandiri secara finansial dan bekerja layaknya warga biasa yang bebas tetapi tetap diakui sebagai anggota keluarga.

Mundurnya Wahyu Setiawan tentunya sama, seluruh fasilitas keuangan dan keanggotaan sebagai komisioner KPU otomatis hilang juga harus menghadapi jeratan hukum yang sudah menanti.

Pilihan Harry dilakukan secara sadar bahkan mungkin ini yang membuat diri dan keluarganya lebih bahagia. Status tersangka Wahyu jelas bukan yang diinginkan. Status yang memalukan bagi diri dan keluarganya.

Rencana mulia Pangeran Harry setelah keluar dari istana adalah membesarkan gerakan amal bagi kemanusiaan. Keluarnya Wahyu disebabkan tindakan yang merugikan rakyat dan negara.

Baca Juga :  Wabup Arief, Kagum Dengan Dedikasi Aparat Gabungan Penghalau Covid -19 di Perbatasan

Harry mengulang sejarah kakek buyutnya Edward VIII yang keluar istana karena mencintai janda Amerika . Kasus Wahyu mengulang yang dilakukan pendahulunya dengan modus yang berbeda dan harus berurusan dengan KPK.

Kehadiran Harry untuk kembali dirindukan banyak orang sedang Kembalinya Wahyu menjadi sesuatu yang sulit dibayangkan.