Bupati Blora Dorong ‘Sekolah Sisan Ngaji’ Jadi Fondasi Karakter Siswa

oleh
Bupati Blora, Arief Rohman, berbaju putih memegang mic.|| Foto: Muji/topdetiknews.com

BLORA, topdetiknews.com – Bupati Blora, Arief Rohman, menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter berbasis agama melalui program “Sekolah Sisan Ngaji”. Program ini diharapkan menjadi benteng bagi generasi muda di tengah gempuran tantangan era digital.

Hal tersebut ditegaskan Bupati saat menghadiri Halalbihalal Jam’iyyah Manaqib “Nurul Huda” (JMNH) Kabupaten Blora di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Minggu (5/4/2026).

Menurut Bupati yang akrab disapa Gus Arief ini, program yang dijalankan Dinas Pendidikan tersebut mengintegrasikan kebiasaan religius ke dalam jam sekolah, seperti membaca Asmaulhusna, Salawat Nariyah, hingga baca tulis Al-Qur’an.

“Program ini penting agar anak-anak tidak hanya cerdas akademik, tetapi juga memiliki bekal keimanan dan akhlak yang kuat,” ujar Gus Arief di hadapan ratusan jemaah dan pengurus JMNH.

Solusi Pengawasan Gadget

Gus Arief juga menyoroti fenomena penggunaan smartphone pada anak yang sulit terkontrol. Ia mengingatkan orang tua untuk lebih ketat mengawasi penggunaan teknologi agar tidak berdampak negatif pada perkembangan anak.

Baca Juga :  Jokowi Berharap Keberadaan Bandara Ngloram dapat Mempercepat Aktivitas Ekonomi Masyarakat

“Jika kewalahan, pondok pesantren bisa menjadi salah satu solusi karena di sana penggunaan gadget lebih terkontrol,” tambahnya.

Ia memiliki target sederhana namun mendalam bagi lulusan sekolah di Blora, yakni minimal memiliki kemampuan dasar keagamaan yang praktis untuk keluarga.

“Kalau perlu, anak lulus sekolah sudah hafal bacaan dan doa tahlil. Saat orang tua sudah tiada, siapa lagi kalau bukan anak-anak kita yang mendoakan,” tuturnya.

Update Pembangunan Infrastruktur

Di sisi lain, Gus Arief memanfaatkan momentum tersebut untuk memohon maaf kepada masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan yang belum sepenuhnya merata. Ia menjelaskan, luas wilayah Blora yang mencakup 295 desa/kelurahan menuntut pembangunan dilakukan secara bertahap.

“Blora ini luas. Kemampuan keuangan daerah belum mencukupi untuk membangun semua sekaligus, apalagi saat ini ada efisiensi anggaran. Istilahnya ati karep bondo cupet (keinginan besar namun modal terbatas),” jelasnya.

Meski demikian, ia memastikan perbaikan jalan terus berjalan di sejumlah titik, seperti ruas Tunjungan–Japah, Pasar Tunjungan–Nglangitan hingga Keser, serta beberapa wilayah di Blora bagian selatan.

Baca Juga :  Datangi BBPJN Sampaikan Usulan Inpres Jalan 2024 Untuk Blora

Acara Halalbihalal tersebut turut dihadiri oleh Pengurus Daerah JMNH Blora Sunaryo, Ketua Umum Pengurus Pusat JMNH Jepara H. Machmud, serta Kyai Alif Sutoyo. Di akhir acara, Bupati mengusulkan agar kegiatan JMNH ke depan dilaksanakan bergilir di 16 kecamatan untuk mempererat silaturahmi hingga tingkat bawah.

Tinggalkan Balasan