Begitu Perhatian Kapolres Blora Terhadap Profesi Wartawan

oleh -
Foto : dok Sie Humas Polres Blora

” MENYENTUH, menohok, penuh filosofi, atau dengan istilah apa saja mau diberi label, yang disampaikan Kapolres Blora, AKBP Aan Hardiansyah,SH,MH, di acara “Silaturahmi  Kapolres Blora bersama wartawan Blora, dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional  (HPN) tahun 2022. ” Dan jika diresapi, sangat ideal untuk dipedomani para wartawan yang sehari-hari bergulat mewartakan banyak informasi bagi publik. “

SUNGGUH tidak menyangka pesan moral yang disampaikan Kapolres Blora, Kapolres Blora, AKBP Aan Hardiansyah,SH,MH, kepada para insan media di Blora, saat menggelar  “ Silaturahmi  Kapolres Blora bersama wartawan Blora, dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional  (HPN) tahun 2022.
 
Menyentuh, menohok, penuh filosofi, atau dengan istilah apa saja. Yang jelas Kapolres Aan benar-benar memberi pesan moral yang begitu menyentuh bagi insan media. Dan jika diresapi, sangat ideal untuk dipedomani para wartawan yang sehari-hari bergulat mewartakan banyak informasi bagi publik.
                                                                                                                                               
Selasa (22/2/2022) pagi itu, suasana di Aula Arya Guna Polres setempat, sangat berbeda dengan hari-hari biasa. Suasana penuh keakraban begitu tampak antara jajaran Polres Blora dengan sedikitnya 34 wartawan yang selama ini bertugas di Blora.
 
Tampak Kapolres Blora,  AKBP Aan Hardiansyah dengan didampingi Wakapolres Blora, Kompol Christian Chrisye Lolowang, mewarnai keakraban itu. Tidak ketinggalan para Kabag, Kasat di jajaran Polres Blora juga turut hadir.
 
Diawali dengan pengakuan, bahwa wartawan dengan medianya merupakan pokok dari segala informasi yang ada di negara ini. Hanya, dengan memberi contoh dirinya yang pernah ikut menangangi sebuah perkara nasional, AKBP Aan Hardiansyah SH.MH yang Januari lalu  menggantikan AKBP Wiraga Dimas Tama, sampaikan pesan moral.
 
Disampaikan, keutuhan bangsa ini, negara ini, kepentingan bangsa adalah paling utama dan harus diutamakan daripada kepentingan pribadi, kelompok. ‘’Ini saya kalau boleh menghimbau, menyarankan. Semua kembali kepada pribadi masing-masing.’’ Ungkapnya.
 
Pesan lain dari Kapolres Blora,  kepada insan media agar objektif dan berimbang dalam pemberitaan.   Memverifikasi data, konfirmasi ke banyak pihak perlu dilakukan.
 
Termasuk, terkait maksud dan tujuan kita dalam mengekspos dalam sebuah berita, dipesankan AKBP Aan kepada para wartawan, kembali pada hati nurani, yang artinya apabila ini kita menulis hingga ekspose berita akan berdampak negatif ke masyarakat luas atau tidak.
Tidak ketinggalan sebuah filosofi Jawa juga disampaikan, yakni sapa nandur bakal ngunduh. Kapolres Blora yang pernah  menjabat Kapolres Pulau Morotai Polda Maluku Utara, menyatakan dirinya sangat meyakini filosofi itu.
 
Hanya, lanjutnya, semua itu akan dikembalikan ke nurani dari para wartawan. Terakhir jaminan tentang penegakan keadilan disampaikan oleh AKBP Aan, yakni, Fiat justitia ruat caelum (Keadilan Harus Ditegakkan meski langit runtuh).
 
Sebuah saran, para insan media di Blora, hendaknya benar-benar bisa mencerna dan mempraktekan sehari-hari saat menjalankan tugas jurnalistik.  Kiranya juga perlu dipedomani, menyitir statemen Ketua PWI Jawa Tengah, Amir Machmud NS, ketika mitra kerja memberikan respek luar biasa kepada profesi , maka wartawan makin merunduk di dalam sebuah renungan bahwa UU Pers tak hanya melindung wartawan, tapi UU juga melindungi masyarakat secara keseluruhan dari kemungkinan anarkisme jurnalistik yang berpotensi lahir dari wartawan yang tak kompeten dan tidak profesional.
 
Profesionalitas wartawan ditandai dengan pemahaman sikap arif, mengeksplorasi sikap bijak, mengedepankan hati nurani sebagai bagian utuh sifat kaffah (menyeluruh) dari profesionalitas kewartawanan.  *)

Editor : Daryanto

Baca Juga :  Kades Berwenang Penuh Dalam Pemilihan Perangkat Desa

No More Posts Available.

No more pages to load.