Pemkab Anggarkan Rp 500 Juta Untuk Isolasi Mandiri Tenaga Medis

oleh
oleh
Illustrasi : Istimewa

Menurutnya, bukan hanya substansinya saja dalam penanganan dan pencegahan covid-19, melainkan unsur kemanusiaan juga harus diperhatikan. Ditandaskan, semua orang paham betapa besar tanggung jawab dan resiko yang dialami para tenaga medis dalam penanganan covid -19. ”Jadi sudah sangat pas menurut saya untuk diperhatikan,” tandas Gus Labib.

Diketahui, saat ini jumlah tenaga medis yang dokter, tenaga medis, dan perawat RSUD Blora yang diisolasi, menyusul satu orang pasien positif Covid-19 asal Blora Kota (meninggal -red) sempat dirawat selama 12 jam di RSUD setempat, ada 33 orang.

Baca Juga :  250.000 Liter Air Bersih Dari DPUPR Blora dan BBWS Juana Untuk Desa Terdampak Kekeringan

Dari jumlah itu, 3 orang diantaranya masuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan saat ini dirawat di RSUD Blora. Sementara 30 sisanya menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Dikemukakan Direktur RSUD dr R Soetijono Blora, dr Nugroho Adiwarso, Spog, Kamis (23/04/2020), kondisi kesehatan semua tenaga medis yang tengah menjalani isolasi tersebut menunjukan perkembangan yang baik. ”Semua dalam kondisi baik,” tandasnya. *)

Penulis : Muji
Editor : Daryanto

Tinggalkan Balasan