Laki-laki yang pernah menjabat Wakil Bupati Blora di tahun 2010 itu, menyatakan, bahwa dirinya tidak ingin membuat Blora tidak sejuk hanya karena perebutan kekuasaan. ”Kalo saya bisa membuat Blora sejuk dengan saya tidak nyalon Bupati, kenapa hal itu tidak saya lakukan,” tandasnya.
Kalau dikatakan ini sebuah pengorbanan, bukan begitu kata Mbah Abu. Menurutnya, kalau ada yang mengatakan bahwa sikapnya yang tidak nyalon itu sebagai sebuah pengorbanan, baginya belum seberapa bila dibandingkan dengan apa yang telah diberikan Blora kepadanya.
Cukup beralasan jika publik Blora tercengang dengan keputusan yang telah diambil oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah itu. Pasalnya, banyak pihak yang tahu, bahwa sinyal dirinya akan maju di Pilkada Blora 2020, yang paling awal dibanding dengan apa yang dilakukan oleh calon-calon yang berminat maju.
Lihat saja, branding tentang sosoknya di banyak mobil angkutan umum yang ada di Blora. Tidak ada calon atau tokoh yang berminat nyalon Bupati Blora, melakukan hal yang sama, seperti yang dilakukan oleh laki-laki yang pernah menjadi Kepala Inspektorat Blora itu.
Banyak pihak yang memprediksi jika Mbah Abu nyalon, dan siapa yang ditandemkan sebagai wakil tepat dalam segala hal, peluangnya cukup besar untuk memenangkan kontestasi.





