BLORA – Ada pemandangan tak lazim dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora pada Selasa (31/3/2026). Jika biasanya meja pimpinan dan anggota dewan selalu tersaji kotak konsumsi maupun air minum, kali ini meja-meja tersebut tampak kosong melompong.
Pemandangan rapat tanpa suguhan makanan dan minuman ini langsung dibenarkan oleh Ketua DPRD Kabupaten Blora, Mustopa. Kondisi ini terpaksa dilakukan menyusul adanya pengetatan ikat pinggang anggaran di lingkungan pemerintahan daerah.
“Memang enggak ada makan dan minum. Ini adalah dampak dari kebijakan efisiensi anggaran, dan aturan ini berlaku untuk semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” ujar Mustopa seusai memimpin rapat.
Kepatuhan pada Instruksi Presiden
Mustopa menjelaskan, hilangnya alokasi konsumsi dalam rapat paripurna ini bukan tanpa alasan. Kebijakan rasionalisasi tersebut mengacu langsung pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang mengatur tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD di seluruh Indonesia.
Meski harus bersidang membahas nasib rakyat tanpa ditemani kudapan, Mustopa menegaskan bahwa seluruh anggota dewan tidak mempermasalahkan hal tersebut. Sikap memaklumi ini menjadi bentuk kepatuhan dan solidaritas para wakil rakyat terhadap kondisi keuangan negara saat ini.
“Para anggota dewan sudah tahu kok kalau memang tidak ada anggaran untuk makan dan minum. Mereka semua memaklumi kondisi ini,” jelas pimpinan legislatif asal Blora tersebut.
Harapan Anggaran Kembali Normal
Sebagai informasi, DPRD Kabupaten Blora secara rutin menggelar sekitar 18 kali rapat paripurna dalam kurun waktu satu tahun. Artinya, selama kebijakan Inpres ini belum dicabut, belasan agenda krusial daerah tersebut akan terus berjalan secara mandiri tanpa fasilitas konsumsi dari negara.
Menyikapi dinamika ini, Mustopa berharap badai efisiensi anggaran dari pemerintah pusat dapat segera berlalu. Dengan begitu, postur anggaran di daerah bisa kembali bernapas lega.
“Ke depan, kami tentu berharap masa efisiensi ini segera selesai. Semoga APBD kita bisa segera normal kembali seperti tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.





