Makna Angka 9 di Hari Jadi Blora ke – 272

oleh -
A. Mahbub Djunaidi, SPd, MSi

Oleh : A. Mahbub Djunaidi

” TIDAK lama lagi Blora akan memperingati hari jadinya ke -272. Tanggal 11 Desember 2021 nanti, Blora sudah berumur hampir 3 abad sejak 11 Desember 1749. Angka 272 pada peringatan hari jadi tahun ini sangat istimewa yang disebabkan oleh empat hal. ”

TANGGAL 11 Desember 2021 Pemerintah Kabupaten Blora memperingati Hari Jadi ke 272, atau hampir 3 abad sejak 11 Desember 1749. Sedikit saya singgung angka 272 pada peringatan hari hari jadi tahun ini, karena menurut saya angka ini sangat istimewa yang disebabkan oleh empat hal.

Pertama, angka 272 berasal dari Serat Kuntharatama bahwa tanggal penetapan hari jadi Blora menyesuaikan dengan hari pengangkatan tokoh penentang Verenigde Oost indische Compagnie (VOC) di Tanah Jawa Pangeran Harya Mangkubumi.

Dalam serat tersebut dijelaskan bahwa Pangeran Mangkubumi diangkat menjadi Susuhunan Mataram atau Sunan Kabanaran oleh para pengikutnya di Desa Kabanaran. Dengan ditetapkannya Mangkubumi sebagai raja, beliau mengangkat pemimpin prajurit Mangkubumen Wilatikta menjadi Bupati Blora yang pertama.

Kedua, angka 272 itu terdiri dari dua jenis angka yaitu 2 dan 7 kalau dijumlah menjadi 9. Bagi segolongan orang Indonesia khususnya orang Jawa, angka 9 merupakan angka yang istimewa karena ketika kata Jawa kita tulis dengan huruf arab akan ditemukan Huruf Jim dan Huruf Wawu dimana dalam Rumus hitungan Abajadun masing-masing huruf akan memiliki bobot nilai yang berbeda.

Huruf Jim mempunyai bobot nilai 3 sedangkan Huruf Wawu 6, jika ditambahkan keduanya hasilnya menjadi angka 9. Dalam kepercayaan Orang Jawa jika angka 9 dipangku (dikuasai) maka alam bawah sadar Orang Jawa pun ikut hanyut tertarik ke dalam magnet kekuasaan. Harapan saya hari jadi yang ke 272 ini mampu membawa pamor keberuntungan dan kesejahteraan, bagi masyarakat Blora pada khususnya.

Ketiga, angka 9 bagi Organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) menggunakan simbol bintang 9. Kalimat Nahdlatul Ulama bila diterjemahkan bebas dalam Bahasa Indonesia adalah kebangkitan para ulama untuk berjuang membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal tersebut  disengaja atau tidak sama persis dengan tema hari jadi Kabupaten Blora, bangkit dan berjuang sesarengan mbangun Blora.

Baca Juga :  Kesongo Kembali Semburkan Lumpur

Sembilan Fakta

Paling tidak kita mengakui kepemimpinan Arief Rohman dan Tri Yuli Setyowati telah mengajak kepada masyarakat Blora agar bangkit dan berjuang untuk sesarengan mbangun Blora dibuktikan dengan 9 fakta program 99 hari.

Satu, lahirnya Mall Pelayanan Publik (MPP) yang diklaim Oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) sebagai MPP yang tercepat di Indonesia yang diselesaikan dalam waktu 3 bulan dan diresmikan pada tanggal 3 Juni 2021.

Dua, ngantor di Rumah Sakit yang dimulai tanggal 1 Maret 2021 dengan tujuan untuk mengetahui pelaksanaan pelayanan dasar kesehatan masyarakat. Tiga, berdirinya Sistem Layanan dan Rujukan terpadu pada tanggal 4 Juni 2021 sebagai pengejawantahan Program Ngopeni Kadang Kekurangan.

Empat, mewujudkan Program Satu Data Blora (SDB) pada tanggal 4 Juni 2021 sebagai upaya meminimalisir ketimpangan data sebagai dasar perencanaan dalam pengambilan keputusan.

Lima, Program Blora Mengaji sebagai usaha dalam peningkatan sumber daya manusia yang berkarakter dan dilaunching pada tanggal 9 April 2021 oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia.

Enam, pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan Kelompok Rentan (Musrenbang Keren) sebagai upaya untuk melaksanakan pembangunan yang berkeadilan gender dan memperhatikan kaum termarjinalkan, disabilitas, perempuan dan anak yang dilaksanakan pada tanggal 2 Maret 2021.

Tujuh, pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pupuk dalam rangka mengatasi kelangkaan pupuk yang dialami oleh saudara-saudara kita yang bergelut dalam pertanian, dilaksanakan pada tanggal 5 Mei 2021.

Delapan, penyusunan Grand Desain Peternakan Terpadu dalam rangka pengembangan peternakan sapi dari hulu hingga hilir yang dilaunching pada tanggal 4 Juni 2021. Sembilan, program ngopi bareng bupati dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi di masyarakat yang harus segera mendapatkan solusi yang dilaksanakan secara berkala sejak tanggal 27 Maret 2021.

Baca Juga :  Tak Lupa Selipkan Masker Saat Bagi-Bagi Takjil

Terakhir, dilauchingnya penerbangan perdana Citilink pada tanggal 26 bulan 11 juga tidak luput dari angka 9 karena pada tanggal tersebut yang ada adalah angka 2, 6 dan 1 bila dijumlahkan menjadi 9.

Rupanya hari jadi Kabupaten Blora ke 272 ini mengingatkan kepada kita agar mau bangkit dan berjuang untuk sesarengan mbangun Blora, terbukti bahwa Allah Subhanahu Wata’ala memberikan kado terbesar bagi Bupati Blora Arief Rohman dan Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati, atas izin Allah berhasil melaunching penerbangan perdana Citilink di Bandara Ngloram Kecamatan Cepu Kabupaten Blora 26 November lalu yang sebelumnya direncanakan 29 Oktober.

Hal tersebut terjadi karena maskapai penerbangan Citilink belum siap melakukan penerbangan ke Bandara Ngloram karena ada ketentuan PCR sampai akhirnya Alhamdulillah kembali Antigen.

Namun demikian Arief Rohman dan Tri Yuli Setyowati perlu dukungan dari masyarakat, swasta dan pemerintah untuk memperpanjang landasan dan juga fasilitas-fasilitas lainnya. Oleh karenanya Arief Rohman dan Tri Yuli Setyowati melobi kepada Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Perhubungan dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah agar bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Blora dalam peningkatan sarana dan prasarana Bandara Ngloram.

Sementara itu masyarakat Blora dan swasta juga harus bangkit dan berjuang untuk sesarengan melaksanakan 45 program unggulan dengan Pemerintahan Arif Rohman dan Tri Yuli Setyowati, agar cita-cita luhur pemerintah menjadikan Blora yang unggul dan berdaya saing dapat terwujud. Dirgahayu Kabupaten Blora ke 272. *)

A. Mahbub Djunaidi, SPd, MSi adalah Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Blora, alumni Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta.

No More Posts Available.

No more pages to load.