Kelas Dasar Rasa Pasca Sarjana

oleh -
Foto || Istimewa
  • Memaknai “Kado”  Istimewa Untuk Blora di Usia 272 Tahun

” BLORA saat ini tengah menggeliat, untuk itu pesan untuk Pak Arief Mbak Etik yang dilantik menjadi nahkoda Blora 26 Februari 2021 lalu, terus beri pelayanan maksimal dan cepat serta tuntas  kepada rakyat Blora. Terus berinovasi untuk kemakmuran wong mBlora. ”

AGAK nyesek saat ada “kado” spesial untuk Blora menjelang hari jadinya ke -272 (11 Desember 1749 – 11 Desember 2021). Yakni, ada statement, Blora dikatakan masih kelas dasar apabila yang diperbaiki cuman terkait infrastruktur.

Lebih komplit disertai pesan,  “Jangan terpaku pada jalan, tapi persoalan lain tak terurus.” Tidak dipungkiri memang, bahwa masih banyak yang harus disempurnakan sejak Bupati dan Wakil Bupati, Arief Rohman – Tri Yuli Setyowati dilantik  26 Februari 2021 lalu.

Namun demikian fakta yang ada, dalam waktu 10 bulan terakhir ini, sejak dilantik, Bupati Arief dan Ethik sudah membawa banyak perubahan untuk Blora yang dikenal bumi Samin ini.

Menyikapi kado seperti itu, ternyata benar juga adanya petuah, “Ngajak maju wong bener kuwi luwih gampang tinimbang ngajak maju wong pinter. Jalaran mbenerake wong pinter kuwi mbutuhake beninge ati, lan jembare dhodho.”

Mencela itu lebih mudah daripada memberi dorongan. Kita tidak bisa melihat kekurangan dan kesalahannya sendiri, itu sesuatu yang manusiawi. Tetapi apabila levelnya sudah meningkat menjadi tidak mengakui bahwa dia mempunyai kekurangan kesalahan, lha inilah yang menjadi sasaran para sepuh menyampaikan pitutur ini, “Ora ngilo githoke dhewe”.

Blora saat ini tengah menggeliat, untuk itu pesan untuk Pak Arief Mbak Etik yang dilantik menjadi nahkoda Blora 26 Februari 2021 lalu, terus beri pelayanan maksimal dan cepat serta tuntas  kepada rakyat Blora. Terus berinovasi untuk kemakmuran wong mBlora.

Orang akan terus memantau jejak digital panjenengan berdua dengan seluruh komponen yang ada, yakni sejauh mana konsisten terhadap  visi misi saat panjenengan saat mencalonkan diri sebagai Bupati dan Wakil Bupati Blora.

Dari pantauan, niatan dan konsistensi di visi misi saat nyalon, semua sudah terealisasi. Mulai dari  membangun sumber daya manusia yang berkualitas – berdaya saing dan berkarakter – mewujudkan infrastruktur yang baik dan tata lingkungan yang berkelanjutan –  mewujudkan birokrasi yang profesional,progresif bersih dan akuntabel –  menciptakan kondisi wilayah yang kondusif –  memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi daerah, dan membuka peluang investasi untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan.

Demikian juga program 99 hari  Bupati Arief dan Wabup Etik nyaris sempurna. Mulai mewujudkan Mal Pelayanan Publik (MPP) – ngantor di Rumah Sakit  –  ngopeni Kadang kekurangan melalui  Sistem  Layanan Rujukan Terpadu).

Termasuk  mewujudkan Blora Satu Data  –  Blora Mengaji – Musrenbang Lansia, Difabel, Kelompok Rentan, pemuda, perempuan dan anak – Membentuk Satgas pupuk dalam rangka mengurangi kelangkaan pupuk – membuat grand design peternakan terpadu dari hulu sampai hilir – Ngopi bareng dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat dan koordinasi lintas sektoral.

Sejarah mencatat, Mall Pelayanan Publik telah diresmikan 3 Juni 2021, dimana di dalamnya tersedia  283 layanan. Pembangunan ruang laborat  dan Radiologi RSUD Blora dilakukan dan saat ini memasuki tahap finishing.

Baca Juga :  8,56 Persen Aset BKK Blora Meningkat

Untuk beasiswa kepada para pelajar,  di tahun 2021  total anggaran  Rp 436.500.000.Dan bahkan di tahun 2022  dialokasikan anggaran  1.499.500.000.

Semua orang juga telah membuktikan, dalam sebulan terakhir ini Pemkab Blora telah menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi lokal Blora. Mulai dari  PEM Akamigas Cepu, STT Ronggolawe Cepu, UPBJJ Universitas Terbuka, Poltekkes Kemenkes Semarang, STAI Muhammadiyah Blora, STKIP Muhammadiyah Blora, STAI  Khonzinatul Ulum, STAI Al Muhamad Cepu, STKIP Ma’arif Blora, AKBID Wira Husada Nusantara.

Sementara itu, kerjasama dengan  Perguruan Tinggi di luar Blora, tercatat   sudah dilakoni sedikitnya dengn  38 Perguruan tinggi yang ada di sejumlah kota besar. Mulai dari Semarang, Jogjakarta, Jombang, Jakarta, Bandung, Surabaya, Kudus.

Tindak Lanjut

Sejumlah program yang termaktub dalam visi misi meski perlu tindak lanjut, Bupati yang saat ini memimpin telah menjalankannya. Seperti Blora mengaji, di tanggal  9 April 2021 telah dilaunching Kartu Blora Mengaji oleh Sekjen Kemenag RI

Grand Design Peternakan Terpadu di tanggal  4 Juni 2021 launching . Sejumlah langkah dalam rangka menuju Blora  zero new stunting juga telah dikomitmenkan. Puncaknya, mimpi Blora untuk mempunyai bandara telah terealisasikan, yakni di tanggal  26  November 2021  –  penerbangan perdana bersama  Citilink di Bandara Ngloram.

Sejarah telah mencatat, meski ada yang mengatakan  Blora masih kelas dasar. Persoalan dasar yakni pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas, namun melihat fakta yang ada bukan berarti Pemkab Blora  tidak menyentuh soal pelayanan publik, administrasi kependudukan, pelayanan kesehatan, pendidikan dan sejumlah sektor lainnya.

Semua tentu akan sepaham jika  menyelesaikan persoalan infrastruktur adalah segalanya. Karena tanpa segera menyelesaikan persoalan infrastruktur ini juga sulit  bagi Blora untuk menyelesaikan permasalahan lainnya yang cukup  kompleks.

Di tahun 2021, publik Blora juga sangat paham bahwa karena adanya refocusing anggaran terkait pandemi covid -19,  dari total sekitar 1.200 kilometer (km) jalan kabupaten, 900 km di antaranya masih dalam kondisi rusak, Pemkab Blora baru menyelesaikan perbaikan jalan rusak sekitar 53 km.  Karena memang anggarannya cuman Rp 106 miliar, tepatnya di angka Rp 106,2 M.

Sekadar diketahui, dari 964 km jalan di Blora  yang rusak, 300 km diantaranya rusak berat, sedangkan 664 Km rusak sedang. Apabila di tahun 2021 ini Pemkab Blora memperbaiki jalan sekitar 53 kilometer, maka masih ada sekitar 911 kilometer jalan rusak yang harus diperbaiki.

260 Miliar

Ada angin segar untuk pembangunan infrastruktur tahun 2022, menyusul meski sempat diwarnai deadlock akhirnya DPRD Blora setujui rencana Pemkab Blora hutang ke perbankan sebesar Rp 150 Miliar untuk tambahan membangun infrastruktur jalan di tahun 2022. Dengan telah disetujuinya hutang itu, anggaran untuk membangun jalan di Blora tahun 2022 sejumlah Rp 260 Miliar.

Dengan dana itu, berikut prioritas pembangunan jalan di Blora tahun 2022.   Sedikitnya ada 23 ruas jalan yang akan dibangun sesuai skala prioritas di tahun 2022, yakni jalan Kamolan – Klopoduwur  – Ngliron (Blora – Banjarejo – Randublatung)  dengan dana  Rp 16.500.000.000 (pinjaman daerah).

Baca Juga :  Di Blora Ada Desa Dengan 400 Target Vaksin Covid-19 Yang Hadir Hanya 49 Orang

Berikut jalan Ngliron – Kalisari – Wulung  dengan dana  Rp 15.500.000.000 (pinjaman daerah), peningkatan jalan Doplang  –  Kunduran dengan total biaya Rp  8 .000.000.000 (pinjaman daerah) , ruas jalan Kedungtuban – Galuk  – senilai Rp  10.000.000.000 (pinjaman daerah) .

Selanjutnya ruas jalan  Ngawen – Karangtalun  dengan biaya  Rp 15.000.000.000  (pinjaman daerah), rus jalan Jepon – Karang – Bogorejo  –  Rp 10.000.000.000  (pinjaman daerah), Wulung – Klatak (Jati) senilai Rp  16.000.000.000 (pinjaman daerah), Pakis – Pelem –  Kamolan senilai  Rp 15.750.000.000 (pinjaman daerah), Peting – Sumber –  Balong – Menden  senilai  Rp 15.750.000.000 (pinjaman daerah) .

Juga ruas jalan Blora – Nglangitan  senila Rp 3.000.000.000 (pinjaman daerah), Cabak – Bleboh senilai  Rp 5.000.000.000  (pinjaman daerah) , Singonegoro – Ketringan Rp 6.000.000.000 (pinjaman daerah), Plumbon – Rowobungkul – Kemiri – Sonokidul – Rp 5.000.000.000 (pinjaman daerah), Gua Terawang – Ngumbul –  Pelemsengir Rp 6.000.000.000 (pinjaman daerah) , serta peningkatan Jalan Halmaher  –  Rp 2.000.000.000  (pinjaman daerah) .

Sementara itu untuk ruas  jalan yang dibangun dengan DAU di tahun 2022, masing-masing   peningkatan jalan Kunduran –  Goa Terawang  Rp 2.500.000.000,  Ngawenan – Pasar Sore  –  Temengeng – Gubug Payung Rp 2.250.000.000,  Kadengan  – Tanggel   –  Rp 2.000.000.000.

Berikut ruas jalan Jagong – Karang Geneng  Rp   2.000.000.000,  Menden – Megeri         Rp   3.000.000.000, Ngloram – Mulyorejo – Ngloram  Rp   8.450.000.000 dan ruas jalan Randublatung – Getas  Rp   6.997.000.000.

Angin Segar

Belum lagi belakangan ini ada angin segar bagi Blora, UU Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD) yang baru disahkan dirasa menguntungkan Blora terkait Dana Bagi Hasil (DBH) Blok Cepu

Diperoleh informasi, dalam RUU HKPD itu disebutkan daerah yang berbatasan secara langsung akan dapat tiga persen. Konon saat ini diperhitungkan bisa diatas Rp 500 Miliar. Jadi nantinya pendapatan dari Sektor Migas bagi Kabupaten Blora ada dua jenis. Pertama, DBH yang ditransfer dari Kementerian Keuangan RI ke rekening Pemkab Blora.

Kedua, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang didapatkan dari Participating Interest (PI) Blok Cepu. Belum lagi, PAD sektor Migas untuk blora juga didapatkan dari BPE yang dipercaya menangani konsesi sumur tua di Kabupaten Blora.

Terhadap itu semua, Bupati Arief Rohman memberikan apresiasi terhadap pemerintah pusat dan DPR RI. Bupati yang juga kader PKB ini mengatakan, masih ada langkah tambahan usai berlakunya UU HKPD.  Untuk itu pihaknya akan kawal terus terkait aturan juknis nya nanti, berupa Peraturan Pemerintah (PP) maupun Peraturan Menteri (Permen).

Bupati Ia berharap dengan disahkan UU ini, ke depan bisa  untuk mendukung program Pemkab Blora dalam berbagai bidang. Tiada gading yang tak retak, Cacana Jaya Kerta Bhumi Bloraku. Kedamaian, Kejayaan dan Kemakmuran untuk semua rakyat Blora. *)

Reporter : Muji
Editor : Daryanto

No More Posts Available.

No more pages to load.