Dukungan Anggaran dan Regulasi, DPRD Blora Serius Perjuangkan Barongan ke UNESCO

oleh
Ketua DPRD Blora, Mustopa, mengumumkan persetujuan pinjaman daerah sebesar Rp 215 miliar untuk perbaikan 28 ruas jalan di seluruh kabupaten. Perbaikan ini diharapkan selesai pada tahun 2025, meningkatkan kualitas infrastruktur dan perekonomian masyarakat. || Foto: topdetiknews.com/ Ist

BLORA, topdetiknews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora menyatakan komitmen penuh untuk mengawal pengajuan Seni Barongan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO. Pihak legislatif kini menyiapkan dukungan lintas sektor, mulai dari aspek politik, regulasi, hingga anggaran demi memuluskan langkah diplomasi budaya tersebut.

Ketua DPRD Blora, Mustopa, menegaskan bahwa Barongan merupakan identitas kultural masyarakat Blora yang memiliki nilai sejarah dan kearifan lokal yang kuat. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu melakukan upaya serius agar kesenian ini mendapatkan pengakuan internasional secara resmi.

“Barongan adalah jati diri warga Blora. Kami akan berupaya maksimal agar kesenian ini mendapat pengakuan dunia melalui UNESCO,” tegas Mustopa dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026).

Pengawalan Anggaran dan Regulasi

Sebagai langkah nyata, DPRD Blora siap mengawal sisi administratif dan finansial program tersebut. Legislatif mendorong Pemerintah Daerah untuk segera merampungkan kajian akademik serta pendokumentasian komprehensif. Dokumen ini menjadi syarat mutlak dalam proses usulan ke tingkat internasional.

Baca Juga :  Swafoto Dengan Bupati-Wakil Bupati Jadi Rebutan Saat Kirab Budaya Hari Jadi Blora ke - 273

Mustopa memastikan bahwa dukungan regulasi dan anggaran akan tersedia secara memadai. Hal ini sangat krusial agar perjuangan pelestarian budaya ini tidak berhenti pada tataran wacana atau kegiatan seremonial semata.

Kolaborasi Strategis Hexa-Helix

Selain anggaran, Mustopa juga menyoroti pentingnya kolaborasi “Hexa-Helix” yang melibatkan berbagai pihak. Kerja sama solid antara pemerintah, pelaku seni, akademisi, hingga komunitas budaya menjadi kunci keberhasilan. Menurutnya, seniman harus menjadi aktor utama dalam setiap tahap persiapan.

Meskipun optimistis, Mustopa menyadari adanya tantangan dalam proses pengajuan ini. Beberapa kendala yang muncul antara lain adalah keterbatasan literasi tertulis dan isu regenerasi seniman. Dengan demikian, DPRD berkomitmen mendorong program pelestarian yang sifatnya berkelanjutan.

Dampak Positif Bagi Pariwisata

Mustopa menjelaskan bahwa meraih status dari UNESCO bukanlah tujuan akhir dari perjuangan ini. Hal yang paling utama adalah memastikan Barongan tetap hidup dan lestari di tangan generasi mendatang melalui program pendidikan dan festival rutin.

Baca Juga :  Sesepuh Samin Mbah Lasiyo Tutup Usia, Bupati Arief Ungkap Warisan Bijaksana sang Tokoh

Namun, jika berhasil meraih pengakuan UNESCO, dampak positifnya diprediksi akan sangat luas bagi daerah. Selain memperkuat perlindungan hukum, status tersebut akan menjadi magnet pariwisata internasional bagi Kabupaten Blora.

Peningkatan sektor pariwisata ini diharapkan bermuara pada kesejahteraan seniman serta pertumbuhan ekonomi kreatif lokal. “Ini adalah peluang besar untuk membawa nama Blora ke panggung internasional sekaligus membuktikan nilai universal budaya kita,” pungkas Mustopa.

Tinggalkan Balasan