Upayakan Operasional Giling 2026, Manajemen PT GMM Lobi Bantuan Modal ke BULOG

oleh
ILUSTRASI: Manajemen PT Gendhis Multi Manis (GMM) mengadakan pertemuan strategis dengan pihak BULOG. || Ilustrasi: topdetiknews.com

BLORA, topdetiknews.com – PT Gendhis Multi Manis (PT GMM) yang mengelola Pabrik Gula Blora di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, tengah menghadapi tantangan berat menjelang musim giling 2026. Kendala teknis berupa kerusakan mesin boiler yang terjadi sejak tahun lalu berdampak signifikan pada pencapaian target produksi perusahaan.

Pada tahun 2025, realisasi giling tebu tercatat sebesar 219.774 ton dengan rendemen 6,03%, menghasilkan 12.138 ton Gula Kristal Putih. Angka ini tidak mencapai target awal sebesar 400.000 ton dengan rendemen 7%. Penurunan ini dipicu oleh kebocoran pipa pada boiler coal dan boiler bagasse yang memaksa pabrik berhenti beroperasi lebih awal pada 24 September 2025.

Menghadapi tahun 2026, manajemen dihadapkan pada defisit keuangan yang menghambat eksekusi perbaikan menyeluruh. Plt. Direktur Utama PT GMM, Sri Emilia Mudiyanti, menyatakan bahwa pihaknya tengah menjalin komunikasi intensif dengan para pemegang saham.

“Saat ini PT GMM sudah melakukan komunikasi dengan Perum BULOG dan PT Mandiri Pangan Sejahtera untuk meminta bantuan dalam perbaikan mesin,” ujar Sri Emilia Mudiyanti memberikan keterangan.

Baca Juga :  Banjir Cepu Jadi Musibah Tahunan, Wabup Sri Setyorini Desak Pembangunan Embung 2,7 Hektare

Dukungan terhadap keberlangsungan pabrik juga datang dari Pemerintah Kabupaten Blora. Direktur Operasional PT GMM, Krisna Murtiyanto, mengungkapkan bahwa jajaran Forkopimda dan asosiasi petani telah melakukan langkah proaktif dengan mendatangi kantor pusat BULOG di Jakarta pada 21 Januari 2026 lalu.

“Beberapa waktu lalu Pak Bupati beserta Bu Wakil, Ketua DPRD, Pengurus APTRI, Pengurus Serikat Pekerja GMM, dan Direksi PT GMM melakukan audiensi dengan Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani di Jakarta dan mendapatkan respon positif terkait perbaikan GMM tahun ini. Namun persetujuan bantuan tersebut masih dalam proses hingga saat ini,” tambah Krisna.

Pihak manajemen menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah memulihkan kondisi mesin sebelum menentukan target giling tahun berjalan. Strategi ini diambil untuk memastikan kelancaran ekosistem ekonomi yang melibatkan ratusan petani dan ribuan tenaga kerja lokal di Blora.

“Tentunya kita harus optimis ya. Kita akan terus mencari jalan terbaik. Semoga bantuan segera diberikan oleh Perum BULOG sehingga pabrik bisa operasional kembali. Untuk target di tahun ini kami belum bisa menyampaikan detail karena kami harus konsentrasi pada perbaikan terlebih dahulu,” ungkap Krisna Murtiyanto.

Baca Juga :  Inalilahi ... 78 Kios Berikut 744 Los Pasar Ngawen Terbakar, Via VC Bupati Arief Pimpin Penanganan 

Sri Emilia menutup dengan apresiasi terhadap sinergi seluruh pihak yang membantu menjaga stabilitas industri gula di Blora. “Kami dari Direksi PT GMM menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Blora, Ketua DPRD Blora, APTRI, Serikat Pekerja GMM, dan seluruh masyarakat yang terus membantu kami. Kita harus terus bergandeng tangan untuk menghidupkan kembali Pabrik Gula kebanggaan masyarakat Blora ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan