Ribuan Jemaah Padati Buka Kelambu Sunan Pojok, Bupati Blora Harapkan Dampak Ekonomi UMKM

oleh
Bupati Blora Arief Rohman (tengah, peci hitam) memanjatkan doa bersama para ulama dan jemaah di Kompleks Makam Sunan Pojok, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Haul Sunan Pojok 1448 Hijriah/2026 Masehi, Sabtu (11/7/2026). || Foto: muji/topdetiknews.com

BLORA – Ribuan jemaah dari berbagai daerah memadati Kompleks Makam Sunan Pojok untuk mengikuti tradisi sakral Buka Kelambu, Sabtu (11/7/2026) malam. Prosesi tahunan ini menjadi salah satu rangkaian utama dalam peringatan Haul Sunan Pojok 1448 Hijriah.

Bupati Blora Arief Rohman yang hadir langsung dalam acara tersebut mengapresiasi konsistensi para ulama dan Yayasan Sunan Pojok dalam merawat warisan budaya religius ini. Pemerintah daerah berharap kegiatan ini tidak hanya memperkuat syiar keagamaan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.

“Semoga acara ini memberikan manfaat dan keberkahan bagi seluruh jemaah. Begitu juga bagi para pelaku UMKM Blora yang berjualan di sekitar lokasi, semoga diberikan kelancaran rezeki dan laris,” ujar Arief Rohman.

Baca Juga :  Komisi C DPRD, Minta Serapan Anggaran Bisa Dimaksimalkan.

Dorong Perputaran Ekonomi Lewat Wisata Religi

Rangkaian Haul Sunan Pojok tahun ini sejatinya telah dimulai sejak Kamis (9/7/2026). Panitia memfasilitasi ratusan pelaku UMKM melalui gelaran bazar yang membentang dari sisi selatan Alun-alun Blora hingga kawasan Koplakan di depan area makam. Kehadiran pasar rakyat ini terbukti efektif menarik daya beli masyarakat dan menggerakkan roda ekonomi lokal.

Sebagai informasi, Sunan Pojok atau Syekh Abdurrochim merupakan tokoh penting yang dikenal sebagai panglima perang Kesultanan Mataram sekaligus ulama penyebar Islam di Blora. Peringatan haul ini masih akan berlanjut hingga Minggu (12/7/2026) malam dengan agenda utama Pengajian Umum dan Blora Bersholawat.

Baca Juga :  Melalui Goes To School, PWI Blora Sebarkan Virus Julnalistik di SMK PRIBA

Acara puncak tersebut dijadwalkan menghadirkan sejumlah ulama ternama. Di antaranya adalah Habib Muhammad Syafi’i Alaydrus dari Solo dan Habib Umar Mutohar dari Semarang.

Tinggalkan Balasan