TAWANGMANGU, topdetiknews.com – PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 11 memperkuat sinergi lintas wilayah bersama pemerintah daerah, SKK Migas, akademisi, dan mitra masyarakat. Langkah ini dilakukan melalui Sarasehan Strategi Harmonisasi Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) serta Mitigasi Risiko Operasional di Tawangmangu, 24–25 September 2026.
Forum ini mempertemukan jajaran Forkopimda dan perwakilan pemerintah dari Kabupaten Blora, Bojonegoro, dan Tuban. Pertemuan tersebut bertujuan menyelaraskan program pemberdayaan masyarakat dengan prioritas pembangunan daerah di sekitar wilayah operasi migas.
Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini, menegaskan pentingnya komunikasi terbuka agar program tanggung jawab sosial perusahaan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh warga. Pemerintah daerah menyambut positif langkah sinergi ini agar intervensi pembangunan berjalan tepat sasaran.
Sinergi Lintas Kabupaten Tekan Risiko Operasional Migas
Kepala Kelompok Kerja Pengembangan Masyarakat SKK Migas, Roy Widiarta, menyampaikan bahwa program PPM tidak hanya berfokus pada pelaksanaan kegiatan seremonial. Evaluasi keberhasilan program wajib mengukur dampak kemandirian jangka panjang bagi masyarakat.
Senada dengan hal itu, pakar dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Krisdiyatmiko, menekankan pentingnya pendekatan partisipatif. Masyarakat perlu ditempatkan sebagai subjek pembangunan yang memiliki potensi lokal untuk dikembangkan.
Head of ComRel & CID PEPC Zona 11, Wazirul Luthfi, memaparkan bahwa program PPM yang dijalankan mencakup bidang lingkungan, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Selain pemberdayaan ekonomi, sarasehan ini juga menjadi sarana koordinasi untuk mengantisipasi potensi risiko operasional di kawasan ekosistem sosial yang saling terhubung.





