BLORA, topdetiknews.com – Memasuki usia ke-21 tahun, Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Blora terus menyuarakan pengakuan dan kesetaraan hak bagi para pendidik PAUD nonformal.
Momentum peringatan HUT ke-21 HIMPAUDI tersebut ditandai dengan berbagai agenda sosial dan olahraga, salah satunya aksi jalan sehat yang ditargetkan diikuti 3.000 peserta pada Sabtu (5/9/2026).
Ketua HIMPAUDI Kabupaten Blora, Martini, menegaskan bahwa tema nasional “Nyalakan Asa, Wujudkan Pengakuan dan Kesetaraan Guru PAUD” merupakan cerminan dari persoalan nyata di lapangan. Hingga kini, pendidik PAUD nonformal belum diakui secara penuh sebagai guru oleh undang-undang sehingga tidak memiliki akses ke Pendidikan Profesi Guru (PPG) maupun sertifikasi.
“Kami pendidik PAUD nonformal belum mendapatkan hak selayaknya guru karena terganjal aturan undang-undang. Harapan kami, pengampu kebijakan terketuk hatinya untuk segera mengesahkan draf RUU Sisdiknas agar tidak ada lagi pemisahan guru formal dan nonformal,” ujar Martini.
Mobilisasi Massa dan Apresiasi Dukungan Daerah
Martini menambahkan, perjuangan ini bukan hanya aspirasi Blora, melainkan gerakan serentak pendidik PAUD di seluruh Indonesia. Meski menghadapi keterbatasan status, semangat mengabdi para pendidik PAUD tidak pernah surut.
Rangkaian kegiatan peringatan di Blora diisi dengan jalan sehat, senam bersama, pemberian santunan kepada anak yatim piatu serta disabilitas, hingga penyerahan apresiasi bagi pendidik senior yang bertahan sejak awal HIMPAUDI berdiri.
Pihaknya juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Blora, khususnya Dinas Pendidikan dan Bunda PAUD Kabupaten Blora, yang konsisten menyuarakan kesejahteraan guru PAUD hingga tingkat provinsi dan pusat.
“Kami berharap seluruh elemen masyarakat memberikan dukungan agar perjuangan kesetaraan ini segera membuahkan hasil dan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar,” pungkasnya.







