BLORA, Topdetiknews.com – Pemerintah Kabupaten Blora memfokuskan arah pembangunan tahun 2027 pada peningkatan produktivitas daerah serta pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Hal tersebut menjadi poin utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang digelar di Kantor Bapperida, Kamis (12/3/2026).
Fokus Potensi Lokal dan Inovasi Ekonomi
Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, menyatakan bahwa Blora memiliki kekuatan besar pada sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan UMKM. Pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat.
Penyusunan RKPD ini diklaim sangat partisipatif dengan melibatkan masyarakat, dunia usaha, akademisi, hingga kelompok rentan dan Gen-Z. Proses ini bertujuan memastikan arah kebijakan pemerintah selaras dengan aspirasi akar rumput.
“Musrenbang ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah agar program yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ungkap Bupati yang akrab disapa Mas Arief tersebut.
Ribuan Usulan Masyarakat Masuk SIPD
Sekretaris Bapperida Blora, Antonius Nugrahanto, melaporkan bahwa proses perencanaan telah menghimpun ribuan usulan. Hingga 5 Maret 2026, tercatat 3.961 aspirasi masyarakat telah masuk ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
Selain aspirasi masyarakat, terdapat 2.218 usulan melalui pokok pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Blora. Berbagai usulan prioritas juga datang dari Musrenbang khusus perempuan, anak, dan kelompok disabilitas untuk memastikan pembangunan yang inklusif.
Capaian Infrastruktur dan Penurunan Kemiskinan
Dalam kesempatan tersebut, Mas Arief memaparkan keberhasilan program “Dalane Sansoyo Alus” yang menyerap anggaran hampir Rp430 miliar pada 2025. Anggaran tersebut digunakan untuk rekonstruksi jalan sepanjang 121,14 kilometer guna mendukung aksesibilitas warga.
Saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Blora mencapai 69,51 persen. Pemerintah berkomitmen menuntaskan sisa infrastruktur jalan yang rusak secara bertahap dalam sisa masa jabatan kepemimpinan daerah.
“Alhamdulillah, angka kemiskinan tahun 2024 di angka 11,42 persen turun jadi 10,58 persen di tahun 2025,” jelas Bupati Arief.
Investasi dan Kunjungan Wisata Meningkat
Sektor investasi di Blora juga menunjukkan tren positif dengan nilai mencapai Rp1,729 triliun pada triwulan III tahun 2025. Hal ini dibarengi dengan tingginya antusiasme pelancong yang mencatatkan 1,16 juta kunjungan wisatawan ke Kabupaten Blora.
Penutupan acara dihadiri oleh sejumlah perwakilan kepala daerah dari wilayah sekitar, seperti Ngawi, Bojonegoro, Tuban, hingga Grobogan. Kehadiran lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat sinergi pembangunan antarwilayah di masa depan.






