Resmikan SPPG Polres Blora 2, Bupati Arief: Jadi Dapur Percontohan MBG

oleh
Bupati Blora, Arief Rohman, mengamati langsung kualitas dan penyajian menu makanan usai meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Blora 2 di Desa Tempellemahbang, Senin (26/1/2026).|| foto Istimewa/topdetiknews.com

BLORA, topdetiknews.com – Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, secara resmi mengoperasikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Blora 2 di Desa Tempellemahbang, Kecamatan Blora, Senin (26/1/2026). Fasilitas ini diproyeksikan menjadi dapur percontohan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blora karena dinilai telah memenuhi standarisasi tinggi.

Peresmian ditandai dengan prosesi pemotongan pita oleh Bupati Blora yang disaksikan jajaran Forkopimda. Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, secara simbolis melepas armada distribusi MBG sebagai tanda dimulainya pelayanan kepada penerima manfaat. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini, yang bertindak selaku Ketua Satgas Program MBG.

Usai meninjau fasilitas, Bupati Arief menegaskan bahwa SPPG Polres Blora 2 memiliki keunggulan pada aspek sanitasi, khususnya dengan adanya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Fasilitas ini dinilai krusial untuk menjamin keamanan pangan dan kebersihan lingkungan dapur.

Baca Juga :  Komisioner Bawaslu Blora Lolos Dari Sanksi DKPP

“Mulai dari pengolahan bahan, proses memasak, sampai sanitasinya sudah sesuai standar. Ini penting agar kualitas makanan bergizi benar-benar terjaga,” ujar Arief Rohman di sela-sela peninjauan.

Selain aspek teknis dan kesehatan, keberadaan dapur umum ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. Tercatat sebanyak 45 tenaga kerja lokal dilibatkan penuh dalam operasional harian SPPG Polres Blora 2.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, menambahkan bahwa komitmen terhadap higienitas adalah prioritas utama. Ia memastikan seluruh unit dapur, baik SPPG 1 maupun 2, telah dilengkapi IPAL guna memitigasi risiko keracunan makanan.

“Kebersihan dan sanitasi merupakan faktor utama dalam mencegah terjadinya keracunan makanan,” tegas AKBP Wawan.

Rangkaian peresmian ditutup dengan sesi uji rasa oleh Bupati bersama tamu undangan. Menu olahan SPPG dinilai layak, higienis, dan telah sesuai dengan standar gizi yang ditetapkan dalam Program MBG.

Tinggalkan Balasan