Dukung Net Zero Emission, PEPC ADK Tanam 14.727 Pohon Rehabilitasi Hutan di Rembang

oleh
AKSI REHABILITASI: Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kementerian Kehutanan, Dyah Murtiningsih, melakukan penanaman bibit pohon dalam kegiatan Collaboration for Sustainability di Kabupaten Rembang, Kamis (5/2/2026). || foto: Istimewa/topdetiknews.com

REMBANG, topdetiknews.com – Upaya pelestarian lingkungan dan pengendalian perubahan iklim diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. PT Pertamina EP Cepu ADK (PEPC ADK) bersama Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, SKK Migas, dan Pemerintah Daerah melaksanakan aksi penanaman 14.727 pohon untuk mengurangi emisi karbon di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program rehabilitasi hutan dan lahan pada area seluas ±28.505 hektare yang akan dilaksanakan secara bertahap hingga tahun 2028. Program ini mencakup penanaman dan pemeliharaan tanaman sebagai pemenuhan kewajiban PEPC ADK atas penggunaan kawasan hutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Jenis tanaman yang ditanam meliputi tanaman kayu seperti jati dan mahoni, hingga tanaman non-kayu dan buah-buahan. Pemilihan jenis tanaman tersebut diharapkan memberikan manfaat ekologis jangka panjang serta nilai tambah sosial dan ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan.

Baca Juga :  PWI Blora Gandeng Pertamina Perkuat Literasi Media di SMA Negeri 1 Blora

Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kementerian Kehutanan, Dyah Murtiningsih, menegaskan bahwa keterlibatan dunia usaha memiliki peran strategis dalam rehabilitasi hutan dan daerah aliran sungai (DAS) sebagai solusi menghadapi perubahan iklim.

“Kami mengapresiasi PEPC ADK atas kontribusinya dalam pemenuhan kewajiban rehabilitasi daerah aliran sungai (Rehab DAS). Program ini berkontribusi pada pengurangan emisi untuk mendukung pencapaian Net Zero Emission tahun 2060, memperkuat fungsi ekosistem, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dyah Murtiningsih.

Senior Manager Relations Regional 4 Indonesia Timur Subholding Upstream, Sigit Dwi Aryono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen operasional hulu migas yang selaras dengan pelestarian lingkungan.

“Kami terus mendorong kolaborasi lintas pemangku kepentingan agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi rehabilitasi lingkungan serta mendukung pencapaian target ESG dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” jelas Sigit.

Baca Juga :  Petani Tebu Mengadu, DPRD Blora: Ini Bukan Sekadar Mesin Rusak, Tapi Nasib Rakyat!

Melalui kegiatan ini, PEPC ADK memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak guna mendukung pengendalian perubahan iklim dan pelestarian lingkungan di wilayah operasionalnya.

Tinggalkan Balasan